Senin, 04 Juni 2012

Metode Eksperimen


BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (Anonim, 2004: 4).
Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik, agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Anonim, 2004: 7). Oleh karena itu, peningkatan mutu pendidikan dalam upaya penguasaan ilmu dan teknologi, serta penyempurnaan dan peningkatan berbagai sarana dan prasarana pendidikan termasuk di dalamnya teknik dan strategi pembelajaran, sebagaimana yang tercantum dalam PP/RI No. 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan yang bertujuan menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat (Anonim, 2005: 15).
Pembelajaran merupakan proses interaksi yang terjadi antara guru dengan siswa agar siswa mendapatkan pengalaman belajar dari kegiatan tersebut. Dalam proses pembelajaran, pemilihan suatu metode sangat menentukan kualitas pembelajaran. Seiring dengan proses peningkatan kualitas pembelajaran, maka dalam kurikulum KTSP dianjurkan adanya variasi metode dalam kegiatan pembelajaran agar siswa dapat terlibat aktif di dalamnya. Variasi metode dapat ditunjukkan jika guru menerapkan berbagai model pembelajaran untuk menyampaikan materi, karena di dalam model pembelajaran terdapat beberapa metode yang dapat diterapkan sehingga melibatkan siswa aktif. Salah satu metode pembelajaran yang melibatkan siswa aktif adalah metode pembelajaran eksperimen.
Dalam metode ini guru dan murid bersama-sama mengerjakan suatu latihan atau percobaan untuk mengetahui pengaruh atau akibat dari suatu aksi. Berkaitan dengan hal tersebut di atas, Penulis merasa perlu membahas lebih dalam tentang metode pembelajaran eksperimen agar sekiranya dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran khususnya di Sekolah Dasar.
B.    Rumusan Masalah
1.      Apakah pengertian dari Metode Eksperimen ?
2.      Apa saja Langkah-langkah  Metode Eksperimen ?
3.      Apa saja keunggulan dan kelemahan dari Metode Eksperimen ?
C.    Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan tentang pengertian metode eksperimen, keunggulan, kekurangan dan ketepatan dalam penggunaan metode, dan langkah-langkah dalam metode pembelajaran.

BAB II
ISI
METODE EKSPERIMEN

A.    Pengertian Eksperimen
Metode eksperimen merupakan metode umum yang digunakan pada ilmu eksak seperti biologi, fisika atau ilmu-ilmu alam lainnya namun, yang perlu diingat, dalam metode penelitian ilmu sosial dikenal juga metode eksperimen untuk menjelaskan sebuah fenomena. 

Metode eksperimen dilakukan dengan memberikan treatment (perlakuan) yang berbeda pada setiap grup sampel dengan adanya treatment yang berbeda, maka reaksi yang terjadi akan berbeda. Jadi inti dari metode eksperimen adalah “what if”= apa yang terjadi apabila dilakukan perubahan pada setiap grup sampel.

Berdasarkan analogi dari jawaban yang sudah ada, Thomas Alfa Edison melakukan treatment yang berbeda-beda pada kondisi sampel yang ada. Apabila ada satu kondisi, kemudian ditambahkan ini, maka reaksinya ini. Itulah kenapa terkadang metode eksperimen justru menemukan sesuatu yang bukan tujuan eksperimen yang ditetapkan karena eksperimen memberikan reaksi yang beragam sehingga dapat menjawab pertanyaan yang bukan pertanyaan eksperimennya.

Dalam pembelajaran Pendidikan Teknologi Dasar (TIK), Metode eksperimen adalah suatu cara pengelolaan pembelajaran di mana siswa melakukan aktivitas percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri suatu yang dipelajarinya. Dalam metode ini siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri dengan mengikuti suatu proses, mengamati suatu obyek, menganalisis, membuktikan dan menarik kesimpulan sendiri tentang obyek yang dipelajarinya. Di dalam TIK, percobaan banyak dilakukan pada pendekatan pembelajaran analisis sistem terhadap produk teknik atau bahan.
Percobaan dapat dilakukan melalui kegiatan individual atau kelompok. Hal ini tergantung dari tujuan dan makna percobaan atau jumlah alat yang tersedia. Percobaan ini dapat dilakukan dengan demonstrasi, bila alat yang tersedia hanya satu atau dua perangkat saja.
Menurut Ramayulis, dalam bukunya “Metodelogi Pendidikan Agama Islam” mendiskripsikan metode eksperimen adalah salah satu metode mengajar yang di lakukan murid untuk melakukan percobaan pada mata pelajaran tertentu.
Menurut Joseph Mbulu, 2001:58 Metode eksperimen adalah cara penyajian bahan pelajaran dimana siswa melakukan eksperimen (percobaan) dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari. Dalam proses belajar mengajar dengan metode eksperimen, siswa diberi pengalaman untuk mengalami sendiri tentang suatu objek, menganalisis, membuktikan, dan menarik kesimpulan tentang suatu objek keadaan. Dengan demikian siswa dituntut untuk mengalami sendiri, mencari suatu kebenaran, mencari suatu data baru yang diperlukannya, mengolah sendiri, membuktikan suatu dalil atau hukum dan menarik kesimpulan atas proses yang dialaminya itu.
Sebuah eksperimen dapat dilakukan murid-murid untuk menguji hipotesis suatu masalah dan kemudian menarik kesimpulan. Dengan menggunakan metode eksperimen murid diharapkan : (1) Ikut aktif mengambil bagian dalam kegiatan-kegiatan belajar untuk dirinya. (2) Murid belajar menguji hipotesis dan tidak tergesa-gesa mengambil kesimpulan, ia berlatih berpikir ilmiah dan (3) mengenal berbagai alat untuk melakukan eksperimen dan memiliki keterampilan menggunakan alat-alat tersebut. Penggunaan teknik ini mempunyai tujuan agar siswa mampu mencari dan menemukan sendiri berbagai jawaban atau persoalan-persoalan yang dihadapinya dengan mengadakan percobaan sendiri. Melatih siswa untuk berpikir yang ilmiah (scientific thinking). Dengan eksperimen siswa menemukan bukti kebenaran dari teori sesuatu yang sedang dipelajarinya.
B. Langkah-langkah  Metode Eksperimen
Beberapa langkah dalam menggunakan metode eksperimen yaitu :
1. Guru merumuskan tujuan eksperimen yang akan dilaksanakan murid.
2. Guru bersama murid mempersiapkan perlengkapan yang dipergunakan.
3. Perlu memperhitungkan tempat dan waktu.
4. Guru menyediakan kertas kerja untuk pengarahan kegiatan murid.
5. Guru membicarakan masalah yang akan yang akan dijadikan eksperimen.
6. Membagi kertas kerja kepada murid.
7. Murid melaksanakan eksperimen dengan bimbingan guru.
8. Guru mengumpulkan hasil kerja murid dan mengevaluasinya, bila dianggap perlu didiskusikan secara klasikal.

C. Keunggulan dan Kelemahan Metode Eksperimen
Beberapa Keunggulan dari metode eksperimen yaitu :
  1. Dengan eksperimen siswa terlatih menggunakan metode ilmiah dalam menghadapi segala masalah. Sehingga tidak mudah percaya kepada sesuatu yang belum pasti kebenarannya dan tidak mudah percaya pula kata orang, sebelum ia membuktikan kebenarannya.
  2. Mereka lebih aktif berpikir dan berbuat, karena hal itulah yang sangat diharapkan dalam dunia pendidikan modern. Dimana siswa lebih banyak aktif belajar sendiri dengan bimbingan guru.
  3. Siswa dalam melaksanakan proses eksperimen disamping memperoleh ilmu pengetahuan juga menemukan pengalaman praktis serta keterampilan dalam menggunakan alat percobaan.
  4. Dengan eksperimen siswa membuktikan sendiri kebenaran suatu teori.
  5. Perhatian anak akan terpusat kepada apa yang dieksperimenkan.
  6. Siswa berkesempatan memupuk perkembangan dan keberanian mengambil inisiatif, bertanggung jawab dan berdiri sendiri.
  7. Akan mengurangi kesalahan dalam mengambil kesimpulan, karena anak mengamati langsung terhadap suatu proses.
Beberapa kelemahan dari metode eksperimen yaitu :
  1. Akan kurang berhasil apabila alat-alat yang tersedia tidak mencukupi kebutuhan siswa.
  2. Kemungkinan tidak membawa hasil yang diharapkan bila siswa belum cukup pengalarnan.
  3. Metode eksperimen yang memerlukan waktu panjang sehingga tidak praktis dilaksanakan di sekolah, lebih merugikan lagi bila untuk dapat melanjutkan pelajaran menunggu hasil eksperimen tersebut.
  4. Sering kali siswa melakukan penipuan, seperti hanya meniru atau menyalin hasil pekerjaan dari orang lain tanpa mengalami peristiwa belajar.
  5. Memerlukan keterampilan atau kemahiran dari pihak guru dalam menggunakan serta membuat alat-alat eksperimen.
  6. Bagi guru yang telah terbiasa dengan metode ceramah secara rutin misalnya. Cenderung memadang metode eksperimen sebagai suatu pemborosan dan memberatkan.
D.    Penggunaan Metode Eksperimen
Dalam menggunakan metode eksperimen, agar memperoleh hasil yang diharapkan, terdapat beberapa langkah yang harus diperhatikan yaitu oleh guru :
1. Persiapan Eksperimen
Persiapan yang matang mutlak diperlukan, agar memperoleh hasil yang diharapkan, terdapat beberapa langkah yang harus diperhatikan yaitu :
a. Menentapkan tujuan eksperimen
b. Mempersiapkan berbagai alat atau bahan yang diperlukan
c. Mempersiapkan tempat eksperimen
d. Mempertimbangkan jumlah siswa dengan alat atau bahan yang ada serta daya tampung eksperimen
e. Mempertimbangkan apakah dilaksanakan sekaligus (serentak seluruh siswa atau secara bergiliran)
f. Perhatikan masalah keamanan dan kesehatan agar dapat memperkecil atau menghindari risiko yang merugikan dan berbahagia.
g. Berikan penjelasan mengenai apa yang harus diperhatikan dan tahapa-tahapan yang harus dilakukan siswa, yang termasuk dilarang atau membahayakan.

2. Pelaksanaan Eksperimen
Setelah semua persiapan kegiatan selanjutnya adalah sebagai berikut:
a. Siswa memulai percobaan, pada saat siswa melakukan percobaan, guru mendekati untuk mengamati proses percobaan dan memberikan dorongan dan bantuan terhadap kesulitan-kesulitan yang dihadapi sehingga eksperimen tersebut dapat diselesaikan dan berhasil.
b. Selama eksperimen berlangsung, guru hendaknya memperhatikan situasi secara keseluruhan sehingga apabila terjadi hal-hal yang menghambat dapat segera terselesaikan.

3. Tindak lanjut Eksperimen
Setelah eksperimen dilakukan, kegiatan-kegiatan selanjutnya adalah sebagai berikut:
a. Siswa mengumpulkan laporan eksperimen untuk diperiksa guru.
b. Mendiskusikan masalah-masalah yang ditemukan selama eksperimen, memeriksa dan menyimpan kembali segala bahan dan peralatan yang digunakan.


E.     Saran dalam Pelaksanaan Metode Eksperimen.
-          Metode eksperimen hendaknya dilakukan dalam hal-hal yang bersifat praktis.
-          Hendaknya metode eksperimen diarahkan agar murid-murid dapat memperoleh pengertian yang lebih jelas, pembentukan sikap serta kecakapan praktis.
-          Hendaknya diusahakan agar semua anak dapat mengitkuti eksperimen dengan jelas (pengaturan ruang dan tempat duduk).
-          Sebagai pendahuluan, berilah pengertian sejelas-jelasnya landasan teori dari apa yang akan dieksperimenkan. Perlu menjelaskan tujuan yang akan dicapai melalui eksperimen kepada siswa.
-          Menjelaskan prosedur atau langkah-langkah yang akan ditempuh dalam eksperimen serta persiapan alat-alat eksperimen.
-          Membantu siswa untuk mendapatkan bahan-bahan bacaan serta alat-alat yang akan diperlukan dalam eksperimen. Setelah eksperimen dilakukan berilah kesempatan kepada siswa untuk mengevaluasi hasil kerjanya dengan membandingkan hasil eksperimen temannya dengan membandingan hasil eksperiman temannya sehingga dapat memberikan peluang untuk saling tukar pendapat dan saling lengkapi-melengkapi kekurangan yang dimilikinya.

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN

Metode eksperimen merupakan metode umum yang digunakan pada ilmu eksak seperti biologi, fisika atau ilmu-ilmu alam lainnya namun, yang perlu diingat, dalam metode penelitian ilmu sosial dikenal juga metode eksperimen untuk menjelaskan sebuah fenomena. 

Hal yang harus diperhatikan oleh guru dalam menerapkan metode eksperimen agar mendapatkan hasil yang diinginkan yaitu persiapan eksperimen, pelaksanaan eksperimen dan tindak lanjut eksperimen.

DAFTAR PUSTAKA

Dradjat, Dr. Zakiah, dkk. Metode Khusus Pengajaran Agama Islam, PT. Bumi Aksar
     Jakarta,1995.
http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.php/KSDS 
http://macam-macam-metodepembelajaran.htm
http://www.muhfida.com/model-model pembelajaran.html
 
Copyright © Metamorfosa27 ·
·