Home » , , , » Model Pembelajaran Cooperatif Integrated Reading and Compotision (CIRC)

Model Pembelajaran Cooperatif Integrated Reading and Compotision (CIRC)


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Pengajaran bahasa yang berpusat pada anak merupakan pengajaran yang bertumpu atau bertolak dari kemampuan berbahasa siswa secara pribadi. Tumpuan pengajaran bahasa seperti itu akan merangsang kesenangan dan kegairahan belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran  Cooperatif Integrated Reading and Compotision (CIRC). Dalam wacana dan Narasi tersebut siswa mampu menemukan paragraf  dan pikiran pokok. Setelah mampu menemukan paragraf  dan pikiran pokok diharapkan memperoleh pengalaman langsung mengenai penggunaan paragraf dan pikiran pokok secara tepat. Disamping itu untuk mencapai pemahaman yang luas, kecepatan  membaca harus sesuai dengan bobot bahan bacaan yang mudah dan sedikit , tetapi untuk itu perlulah memiliki keterampilan membaca.

1.2  Rumusan Masalah

Berdasarkan dari latar belakang di atas , dapatlah dirumuskan masalah sebagai berikut :
1.      Apakah Model Pembelajarn CIRC ?
2.      Apa langkah-langkah model pembelajaran CIRC ?
3.      Apa kelebihan dan kekurangan CIRC ?

1.3  Metode Penelitian

Makalah ini ditulis menggunakan metode dari literatur pustaka. Penulisan menyusun makalah ini berdasarkan bahan yang dibaca dan sumber internet.
  
1.4  Tujuan

Meningkatkan kemampuan membaca aktivitas belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran menggunakan model CIRC.

BAB II

PEMBAHASAN
Cooperatif Integratif Reading and Composition (CIRC) atau Kooperatif Terpadu Membaca dan Menulis merupakan rancangan komprehensif untuk pengajaran membaca dan menulis bagi siswa tingkat Sekolah Dasar. CIRC mengutamakan kemampuan berdasarkan membaca  kelompok dimana siswa bekerjasama dalam kelompok belajar. Dikemukakan oleh Steven dan Salvin pada tahun 1995 . Berikut langkah-langkah yang dikembangkan dalam melaksanakan CIRC adalah :
1. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang yang secara heterogen
2. Guru memberikan wacana/ kliping sesuai dengan topik
3. Siswa bekerja sama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi   tanggapan terhadap wacana / kliping dan ditulis pada lembar kertas
4. Mempresentasikan hasil kerja kelompok
5. Guru membuat kesimpulan bersama
6. Penutup
CIRC singkatan dari Cooperative Integrated Reading and Compotition, termasuk salah satu model pembelajaran cooperative learning yang pada mulanya merupakan pengajaran kooperatif terpadu membaca dan menulis (Steven dan Slavin dalam Nur, 2000:8) yaitu sebuah program komprehensif atau luas dan lengkap untuk pengajaran membaca dan menulis untuk kelas-kelas tinggi sekolah dasar. Namun, CIRC telah berkembang bukan hanya dipakai pada pelajaran bahasa tetapi juga pelajaran eksak seperti pelajaran matematika.

Dalam model pembelajaran CIRC, siswa ditempatkan dalam kelompok-kelompok kecil yang heterogen, yang terdiri atas 4 atau 5 siswa. Dalam kelompok ini tidak dibedakan atas jenis kelamin, suku/bangsa, atau tingkat kecerdasan siswa. Jadi, dalam kelompok ini sebaiknya ada siswa yang pandai, sedang atau lemah, dan masing-masing siswa merasa cocok satu sama lain. Dengan pembelajaran kooperatif, diharapkan para siswa dapat meningkatkan cara berfikir kritis, kreatif dan menumbuhkan rasa sosial yang tinggi.
a. Komponen-komponen dalam pembelajaran CIRC
Model pembelajaran CIRC menurut Slavin dalam Suyitno (2005: 3-4) memiliki delapan komponen. Kedelapan komponen tersebut antara lain: (1). Teams, yaitu pembentukan kelompok heterogen yang terdiri atas 4 atau 5 siswa; (2). Placement test, misalnya diperoleh dari rata-rata nilai ulangan harian sebelumnya atau berdasarkan nilai rapor agar guru mengetahui kelebihan dan kelemahan siswa pada bidang tertentu; (3). Student creative, melaksanakan tugas dalam suatu kelompok dengan menciptakan situasi dimana keberhasilan individu ditentukan atau dipengaruhi oleh keberhasilan kelompoknya; (4). Team study, yaitu tahapan tindakan belajar yang harus dilaksanakan oleh kelompok dan guru memberika bantuan kepada kelompok yang membutuhkannya; (5). Team scorer and team recognition, yaitu pemberian skor terhadap hasil kerja kelompok dan memberikan kriteria penghargaan terhadap kelompok yang berhasil secara cemerlang dan kelompok yang dipandang kurang berhasil dalam menyelesaikan tugas; (6). Teaching group, yakni memberikan materi secara singkat dari guru menjelang pemberian tugas kelompok; (7). Facts test, yaitu pelaksanaan test atau ulangan berdasarkan fakta yang diperoleh siswa; (8). Whole-class units, yaitu pemberian rangkuman materi oleh guru di akhir waktu pembelajaran dengan strategi pemecahan masalah.

b. Kegiatan pokok pembelajaran CIRC
Kegiatan pokok dalam CIRC untuk menyelesaikan soal pemecahan masalah meliputi rangkaian kegiatan bersama yang spesifik, yaitu: (1). Salah satu anggota atau beberapa kelompok membaca soal, (2). Membuat prediksi atau menafsirkan isi soal pemecahan masalah, termasuk menuliskan apa yang diketahui, apa yang ditanyakan dan memisalkan yang ditanyakan dengan suatu variabel, (3). Saling membuat ikhtisar/rencana penyelesaian soal pemecahan masalah, (4). Menuliskan penyelesaian soal pemecahan masalah secara urut, dan (5). Saling merevisi dan mengedit pekerjaan/penyelesaian (Suyitno, 2005:4).
Penerapan model pembelajaran CIRC untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dapat ditempuh dengan:

1). Guru menerangkan suatu pokok bahasan matematika kepada siswa, pada penelitian ini digunakan LKS yang berisi materi yang akan diajarkan pada setiap pertemuan
2). Guru memberikan latihan soal
3). Guru siap melatih siswa untuk meningkatkan keterampilan siswanya dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah melalui penerapan model CIRC
4). Guru membentuk kelompok-kelompok belajar siswa yang heterogen
5). Guru mempersiapkan soal pemecahan masalah dalam bentuk kartu masalah dan membagikannya kepada setiap kelompok
6). Guru memberitahukan agar dalam setiap kelompok terjadi serangkaian kegiatan bersama yang spesifik
7). Setiap kelompok bekerja berdasarkan kegiatan pokok CIRC. Guru mengawasi kerja kelompok
8). Ketua kelompok melaporkan keberhasilan atau hambatan kelompoknya
9). Ketua kelompok harus dapat menetapkan bahwa setiap anggota telah memahami, dan dapat mengerjakan soal pemecahan masalah yang diberikan
10). Guru meminta kepada perwakilan kelompok untuk menyajikan temuannya
11). Guru bertindak sebagai nara sumber atau fasilitator
12). Guru memberikan tugas/PR secara individual
13). Guru membubarkan kelompok dan siswa kembali ke tempat duduknya
14). Guru mengulang secara klasikal tentang strategi penyelesaian soal pemecahan masalah
15). Guru memberikan kuis

d. Kekuatan model pembelajaran CIRC
Secara khusus, Slavin dalam Suyitno (2005:6) menyebutkan kelebihan model pembelajaran CIRC sebagai berikut:
1). CIRC amat tepat untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah
2). Dominasi guru dalam pembelajaran berkurang
3). Siswa termotivasi pada hasil secara teliti, karena bekerja dalam kelompok
4). Para siswa dapat memahami makna soal dan saling mengecek pekerjaannya
5). Membantu siswa yang lemah
6). Meningkatkan hasil belajar khususnya dalam menyelesaikan soal yang berbentuk pemecahan masalah
Ada pun yang menjadi kelebihan dan kekurangan dari model pembelajaran CIRC ini adalah :

1.      kelebihan
a.       dalam proses belajar mengajar , siswa dapat memberikan tanggapannya secara jelas bebas
b.      siswa dilatih untuk bekerjasama dan menghargai pendapat orang lain.

2.      kekurangan
pada saat dilakukan presentasi, terjadi kecendrungan hanya siswa pintar yang secara aktif tampil menyampaikan pendapat dan gagasannya
  
BAB III

KESIMPULAN

Cooperatif Integratif Reading and Composition (CIRC) atau Kooperatif Terpadu Membaca dan Menulis merupakan rancangan komprehensif untuk pengajaran membaca dan menulis bagi siswa tingkat Sekolah Dasar. CIRC mengutamakan kemampuan berdasarkan membaca  kelompok dimana siswa bekerjasama dalam kelompok belajar. Dikemukakan oleh Steven dan Salvin pada tahun 1995 .
Ada pun yang menjadi kelebihan dan kekurangan dari model pembelajaran CIRC ini adalah :
1. kelebihan
a.       dalam proses belajar mengajar , siswa dapat memberikan tanggapannya secara jelas bebas
b.      siswa dilatih untuk bekerjasama dan menghargai pendapat orang lain.
2. kekurangan
pada saat dilakukan presentasi, terjadi kecendrungan hanya siswa pintar yang secara aktif tampil menyampaikan pendapat dan gagasannya
                                                                                                                       
DAFTAR PUSTAKA
http://matematikacerdas.wordpress.com/2010/01/28/model-pembelajaran-kooperatif-tipe-circ/