Selasa, 25 September 2012

HAKIKAT PENELITIAN PENDIDIKAN


PEMBAHASAN
HAKIKAT PENELITIAN PENDIDIKAN

A. Pengertian Penelitian Pendidikan
1. Apakah Penelitian itu?

        Ada beberapa definisi tentang penelitian, penelitian pada hakikatnya merupakan suatu usaha untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu  pengetahuan dengan menggunakan metode-metode ilmiah.
       Secara umum, penelitian diartikan sebagai suatu proses pengumpulan dan analisis yang dilakukan secara sistematisdan logis untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu.
       Penelitian merupakan upaya untuk mengembangkan pengetahuan, mengembangkan dan menguji teori. Dalam kaitannya dalam upaya pengembangan pengetahuan, Welberg (1986) mengemukakan lima langkah pengembangan pengetahuan melalui penelitian, yaitu: (1) mengidentifikasi masalah penelitian, (2) melakukan studi empiris, (3) melakukan replikasi atau pengulangan, (4) menyatukan (sintesis) dan mereviu, dan (5) menggunakan dan mengevaluasi (McMillan dan Schumacher, 2001 : 6).
       Penelitian dapat pula diartikan sebagai cara dan proses penemuan melalui pengamatan atau penyelidikan yang bertujuan untuk mencari jawaban permasalahan atau persoalan sebagai suatu masalah yang diteliti. Kerlinger (1986) mengemukakan, penelitian ialah proses penemuan yang mempunyai karakteristik sistematis, terkontrol, empiris, dan mendasarkan pada teori dan hipotesis atau jawaban sementara.
       Penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif memiliki dasar positivis dan banyak diterapkan dalam bidang-bidang ilmu pengetahuan alam, sosial, ekonomi dan pendidikan. Sukardi (2005) mengemukakan beberapa ciri penelitian yang memiliki dasar positivis, antara lain sebagai berikut :
a. Menekankan objektivitas secara universal dan tidak dipengaruhi oleh ruang dan waktu.
b. Menginterpretasi variabel yang ada melalui peraturan kuantitas atau angka.
c. Memisahkan antara peneliti dengan objek yang hendak diteliti.
d. Menekankan penggunaan metode statistik untuk mencari jawaban permasalahan yang hendak diteliti.
       Untuk jelasnya, pengertian atau batasan dari istilah penelitian itu sendiri dengan memperhatikan beberapa ciri suatu kerja penelitian antara lain sebagai berikut ini :
a. Penelitian dirancang dan diarahkan guna memecahkan suatu masalah tertentu sebagai jawaban terhadap suatu masalah yang menjadi fokus penelitian.
b. Penelitian memiliki nilai deskripsi dan prediksi serta hasil temuannya terhadap sampel yang berfokus pada suatu kelompok atau situasi objek tertentu yang spesifik yang penekanannya pada pengembangan generalisasi, prinsip-prinsip, serta teori-teori.
c. Penelitian memerlukan instrumen dan prosedur pengumpulan data yang valid sehingga membuahkan hasil analisis/penemuan yang akurat dan terpercaya.
d. Penelitian berkepentingan bukan sekedar mensintesa atau mereorganisasi hal-hal yang telah diketahui sebelumnya tetapi lebih diarahkan untuk penemuan baru.
e. Penelitian dirancang dengan prosedur-prosedurnya secara teliti dan rasional.
f. Penelitian menuntut keahlian untuk mengetahui secara memadai permasalahan yang diselidikinya.
g. Penelitian yang menggunakan hipotesis, tekanannya pada pengujian hipotesis, bukan pada pembuktian hipotesis.
h. Penelitian menuntut kesabaran dan tidak dilakukan secara tergesa-gesa.
i. Penelitian menggunakan pencatatan dan pelaporannya dilakukan secara teliti dan cermat, baik terhadap prosedurnya maupun hasil-hasil dan kesimpulannya disajikan atas dasar bukti-bukti yang ada secara obyektif, hati-hati, dan cermat sehingga dapat dijadikan bahan yang berharga.

2. Mengapa Penelitian dilakukan

        Sekurang-kurangnya ada empat sebab yang melatarbelakangi mengapa penelitian itu perlu dilakukan, yaitu:
        Pertama, penelitian didasarkan atas kesadaran keterbatasan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan. Manusia tinggal di lingkungan masyarakat yang sangat luas. Dalam kehidupan yang sangat luas tersebut banyak hal yang tidak kita ketahui, tidak jelas, tidak paham sehingga menimbulkan kebingungan, karena pengetahuan, pemahaman dan kemampuan manusia yang sangat terbatas, dibandingkan dengan lingkungannya yang begitu luas.
        Kedua, penelitian dilakukan karena didorong oleh pemenuhan kebutuhan rasa ingin tahu. Manusia memiliki dorongan atau naluri ingin mengetahui tentang sesuatu di luar dirinya. Pengetahuan dan pemahaman tentang sesuatu, menimbulkan rasa ingin tahu baru yang lebih luas, lbih tinggi, lebih menyeluruh.dorongan ingin tahu disalurkan untuk menambah dan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman. Contohnya, manusia selalu bertanya, apa itu, bagaimana itu, mengapa begitu, dan sebagainya. Bagi kebanyakan orang, jawaban-jawaban sepintas dan sederhana mungkin sudah memberikan kepuasan, tetapi bagi orang-orang tertentu, para ilmuan, peneliti, dan mungkin juga para pemimpin, dibutuhkan jawaban yang lebih mendalam, lebih rinci, dan lebih komprehensif.
        Ketiga, penelitian dilakukan untuk pemecahan masalah. Banyak cara yang dilakukan manusia untuk memecahkan masalah yang dihadapinya, antara lain:
a. Pemecahan masalah dilakukan secara tradisional atau mengikuti kebiasaan.
b. Pemecahan masalah secara dogmatis.
c. Pemecahan masalah secara intuitif yaitu berdasarkan bisikan hati.
d. Pemecahan masalah secara emosional.
e. Pemecahan masalah secara spekulatif atau trial and error.
f. Pemecahan masalah melalui penelitian. Pemecahan masalah dalam penelitian dilakukan secara obyektif, sistematis, menggunakan metode dan mengikuti prosedur, serta berpegang pada prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah pengumpulan, pengolahan data, dan pembuktian secara ilmiah.
        Keempat, pemenuhan pengembangan diri. Manusia merasa tidak puas dengan apa yang telah dicapai, dikuasai, dan dimilikinya. Pencapaian yang diingikan manusia melalui penelitian sangat tergantung ruang lingkup penelitian yang dirancang.

3. Penelitian sebagai pencarian ilmiah
        Sebagai pencarian ilmiah, penelitian adalah suatu kegiatan untuk menemukan pengetahuan dengan menggunakan metode-metode yang diorganisasikan secara sistematis, dalam mengumpulkan, menganalisis dan menginterpretasikan data.
       Yang dimaksud ilmiah disini adalah mengembangkan ilmu pengetahuan. Dalam konteks ini, McMillan dan Schumacher (2001) membagi atas empat langkah metode ilmiah, yaitu: (1) Define a problem, (2) State the hypothesis to be tested, (3) Collect and analyze data, and  (4) Interprete the results and draw conclusions about the problem. Jhon Dewey membagi langkh-langkah pencarian ilmiah yang disebutnya sebagai “reflective thingking”, atas lima langkah, yaitu: (1) mengidentifikasi masalah, (2) merumuskan dan membatasi masalah, (3) menyusun hipotesis, (4) mengumpulkan dan menganalisis data, dan (5) menguji hipotesis dan menarik kesimpulan.
       Untuk memperoleh pemahaman yang jelas tentang langkah-langkah penelitian tersebut, secara ringkas akan diuraikan sebagai berikut :
1. Memilih masalah
Memilih masalah bukanlah pekerjaan yang terlalu mudah terutama bagi orang-orang yang belum banyak berpengalaman meneliti. Kegiatan penelitian dimulai dengan mengidentifikasi isu-isu dan masalah-masalah penting (esensial), hangat (aktual), dan mendesak (krusial) yang dihadapi saat ini, dan yang paling banyak arti atau kegunaannya bila isu atau masalah tersebut diteliti. Dalam memilih masalah yang hendak diteliti perlu mempertimbangkan beberapa hal, antara lain :
a. Cakupan masalah tidak terlalu luas.
b. Data yang diperlukan tidak sulit diperoleh.
c. Biaya dan waktu yang dibutuhkan cukup tersedia untukn penyelesaian penelitian
d. Dukungan teori dari sumber-sumber yang tersedia (referensi, buku, dan jurnal-jurnal hasil penelitian) yang relevan dengan masalah yang akan diteliti.

2. Studi pendahuluan
Sebelum penelitian dilakukan, peneliti perlu mengadakan studi pendahuluan. Studi pendahuluan ini biasanya disebut studi eksploratoris, yaitu menjajagi kemungkinan diteruskannya pekerjaan meneliti. Studi pendahuluan juga dimaksudkan untuk mencari informasi yang diperlukan oleh peneliti agar masalahnya menjadi lebih jelas.
3. Merumuskan masalah
Perumusan masalah merupakan perumusan dan pemetaan faktor-faktor, atau variabel-variabel yang terkait dengan fokus masalah.
4. Merumuskan anggapan dasar dan hipotesis
Anggapan dasar adalah sesuatu yang diyakini kebenarannya oleh peneliti yang akan berfungsi sebagai hal-hal yang dipakai untuk tempat berpijak bagi peneliti dalam pelaksanaan penelitiannya.
5. Memilih pendekatan
Dalam menyusun rancangan penelitian biasanya berisi rumusan tentang langkah-langkah penelitian, termasuk didalamnya adalah pendekatan dan metode penelitian yang digunakan serta alasan-alasan mengapa menggunakan pendekatan dan metode tersebut.
6. Menentukan variabel dan sumber data
Penentuan variabel penelitian berkaitan dengan penggunaan teknik pengumpulan data dan sumber data yang diperlukan dalam suatu kegiatan penelitian.
7. Menentukan dan menyusun instrumen
Dalam suatu kerja penelitian, kegiatan pengumpulan data didahului oleh penentuan teknik, penyusunan dan pengujian instrumen pengumpulan data yang akan digunakan.
8. Mengumpulkan data
Dalam kegiatan pengumpulan data ini yang perlu mendapatkan perhatian peneliti adalah objektifitas dan keakuratan data yang diperoleh, segi-segi legal dan etis dalam proses pelaksanaannya.
9. Analisis data
Analisis data menjelaskan teknik dan langkah-langkah yang ditempuh dalam mengolah atau menganalisis data.
10. Menarik kesimpulan
Kesimpulan merupakan penarikan generalisasi dari hasil interpretasi temuan penelitian.
11. Menyusun laporan
Menyusun laporan penelitian sebenarnya lebih menitikberatkan pada kegiatan administratif.

4. Sumber-sumber ilmu pengetahuan
        Beberapa sumber ilmu pengetahuan yang tersedia sebagai hasil penelitian ilmiah terhadap masalah-masalah pendidikan. Sumber-sumber tersebut dapat dikelompokkan menjadi 5 (lima), yaitu: (1) Pengalaman, (2) Otoritas, (3) Cara berpikir deduktif, (4) Cara berpikir induktif dan (5) Pendekatan ilmiah.
Untuk lebih jelasnyaberikut ini, secara singkat dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Melalui pengalaman. Orang dapat belajar dari pengalamannya karena mereka melakukan, mengalami dan menghadapi masalah hidup.
b. Melalui metode otoritas. Dengan bertanya atau menggunakan pengalaman orang lain.
c. Melalui metode deduktif. Deduktif pada prinsipnya ialah cara berpikir untuki mencari atau menguasai ilmu pengetahuan yang berawal dari alasan umum menuju kearah yang lebih spesifik.
d. Melalui metode induktif. Cara ini merupakan proses berpikir yang diawali dari fakta pendukung yang spesifik, menuju arah yang lebih umum guna mencapai suatu kesimpulan.
e. Menggunakan pendekatan ilmiah. Merupakan metode untuk menguasai dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang paling tinggi nilai validitas dan ketepatannya. Metode ilmiah pada prinsipnya adalah metode gabungan secara integral antara dua logika deduktif dan induktif yang kemudian menghasilkan langkah penting sebagai strategi ilmiah.

Tujuan dan Fungsi Penelitian Pendidikan
A. Tujuan Penelitian Pendidikan
      Tujuan penelitian pendidikan adalah menemukan prinsip-prinsip umum  atau penafsiran tingkah laku yang dapat dipakai untuk menerangkan, meramalkan, dan mengendalikan kejadian-kejadian dalam lingkungan pendidikan, baik pendidikan formal, nonformal, maupun informal.
Secara umum beberapa tujuan penelitian yang hendak dicapai, termasuk penelitian pendidikan antara lain: (1) memperoleh informasi baru, (2) mengembangkan dan menjelaskan, dan (3) menerangkan, memprediksi, dan mengontrol suatu ubahan.

B. Fungsi Penelitian Pendidikan
     Secara umum penelitian mempunyai dua fungsi utama, yaitu mengembangkan ilmu pengetahuan dan memperbaiki praktek.
1. Fungsi penelitian berdasarkan jenis penelitian.
a. Penelitian Dasar
      Tujuan penelitian dasar adalah: pertama menambah pengetahuan kita dengan prinsip-prinsip dasar dan hukum-hukum ilmiah, dan kedua meningkatkan pencarian dan metologi ilmiah (Nana Syaodih, 2005).

b. Penelitian Terapan
       Peneltian terapan (applied research) berkenaan dengan kenyataan-kenyataan praktis, penerapan dan pengembanganpengetahuan yang dihasilkan oleh penelitian dasar dalam kehidupan nyata. Penelitian dasar berfungsi menghasilkan pengetahuan untuk mencari solusi tentang masalah-masalah dalam bidang tertentu.

c. Penelitian Evaluatif
       Penelitian evaluatif (evaluation research) difokuskan pada suatu kegiatan dalam suatu unit tertentu.
Ada dua macam penelitian evaluatif yaitu penelitian tindakan (action research)  dan penelitian kebijakan (policy research). Penelitian tindakan dilakukan oleh para pelaksana untuk memecahkan masalah yang dihadapi atau memperbaiki suatu pelaksanaan suatu kegiatan.
Penelitian kebijakan memfokuskan kajiannya pada kebijakan yang lalu atau yang berlaku sekarang, dan diarahkan untuk: (1) meneliti formulasi kebijakan, sasarannya siapa-siapa saja, (2) menguji pelaksanaan suatu program terkaitdengan suatu kebijakan, (3) menguji keefektifan dan keefisienan kebijakan (Syaodih, 2005: 17).

2. Fungsi penelitian berdasarkan tujuan.
a. Penelitian Deskriptif.
Penelitian deskriptif (descriptive research) ditujukkan untuk mendeskripsikan suatu keadaan atau fenomena-fenomena apa adanya pada saat penelitian dilakukan.
b. Penelitian Prediktif.
Penelitian prediktif (predictive research), studi ini ditujukan untuk memprediksi atau memperkirakan apa yang akan terjadi atau berlangsung pada saat yang akan datang berdasarkan hasil analisis keadaan saat ini.
c. Penelitian Improftif.
Penelitian improftif (improvetive research) ditujukan untuk memperbaiki, meningkatkan atau menyempurnakan suatu keadaan, kegiatan atau pelaksanaan suatu program.
d. Penelitian Eksplanatif.
Penelitian eksplanatif (explanative research) ditujukan untuk memberikan penjelasan tentang hubungan antar fenomena atau variabel. Peneliti berusaha menjelaskan melalui teori yang didukung fakta-fakta yang menunjang yang ada, peneliti akan dapat sampai pada pemberian pernyataan sementara yang sering disebut sebagai hipotesis penelitian.


BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Penelitian adalah seni dan ilmu guna mencari jawaban terhadap permasalahan. Penelitian-penelitian pendidikan, umumnya tergolong penelitian jenis terapan yang digunakan untuk mengembangkan generalisai-generalisasi yang berkenaan dengan proses belajar mengajar dan pengujian teori-teori tentang bagaimana pelajar (peserta didik) berperilaku dalam seting pendidikan, baik dilingkungan pendidikan formal, pendidikan informal, maupun pendidikan nonformal.
Secara umum penelitian pendidikan mempunyai dua fungsi utama, yaitu mengembangkan ilmu pengetahuan dan memperbaiki praktek pendidikan.

B. Saran

Semoga makalah ini tidak hanya menjadi sekedar obyek pelengkap nilai akademik saja, diharapkan sekiranya orang-orang dapat belajar banyak tentang Penelitian Tindakan Kelas ini terutama pembelajaran mengenai Hakikat Penelitian Pendidikan agar dapat mengembangkan pengtahuan dan memperbaiki praktek pendidikan.

0 komentar:

 
Copyright © Metamorfosa27 ·
·