Jumat, 21 Desember 2012

Kompetensi Kepala Sekolah


Pada tingkat operasional, kepala sekolah adalah orang yang berada di garis terdepan yang mengoordinasikan upaya memfasilitasi pembelajaran yang bermutu.
Dalam praktik, kepala sekolah adalah guru senior yang dipandang memiliki kualifikasi dan kompetensi menduduki jabatan itu

Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin Pendidikan
Kepala sekolah memainkan peran yang termasuk sangat menentukan. studi dengan pendekatan sosiologi tentang efektivitas sekolah menengah menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah memainkan peran yang sangat penting (Lightfoot,1983; lihat juga telaahan mutakhir trends & issues manajemen pendidikan yang dikompilasi dalam ERIC, 2002).
Kepala sekolah adalah pemimpin pendidikan yang bertanggung jawab menciptakan lingkungan belajar yang kondusif yang memungkinkan anggotanya mendayagunakan dan mengembangkan potensinya seoptimal mungkin. Dalam lingkungan seperti itu, para guru dan peserta didik termotivasi untuk saling belajar,saling memotivasi, dan saling memberdayakan. Suasana seperti itu memberi ruang untuk saling belajar melalui keteladanan, belajar bertanggung jawab, serta belajar mengembangkan kompetensi secara holistik, bukan sekadar kompetensi kognitif.

Kualitas Pemimpin Pendidikan
Kepemimpinan pendidikan mengacu pada kualitas yang harus dimiliki kepala sekolah untuk dapat mengemban tanggung jawabnya secara berhasil. Apa saja kualitas itu? Pertama, kepala sekolah haruslah visioner. Ia tahu persis apa yang ingin dicapainya (visi) dan bagaimana mencapainya (misi). Kedua, kepala sekolah harus memiliki sejumlah kompetensi untuk melaksanakan misi guna mewujudkan visi itu. Dan ketiga,kepala sekolah harus memiliki karakter tertentu yang menunjukkan integritasnya.


Kepala sekolah bisa saja sangat kompeten dalam banyak hal. Namun, tanpa karakter yang baik, ia miskin teladan; padahal, keteladanan sangat penting dalam proses pendidikan.
Dalam Pasal 38 Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 (PP) tentang
Standar Nasional Pendidikan, telah ditetapkan kriteria untuk diangkat sebagai
seorang kepala sekolah (dari TK sampai SMA termasuk madrasah).
Ada kesepakatan bahwa kepala sekolah perlu memiliki sejumlah kompetensi berikut (diadaptasi dari CCSSO, 2002).
1.      Memfasilitasi pengembangan, penyebarluasan, dan pelaksanaan visi pembelajaran yang dikomunikasikan dengan baik dan didukung oleh komunitas sekolah. Visi ini seperti sesuatu yang tampak ideal, yang tanpa itu orang akan bergerak tak tentu arah.
2.      Membantu, membina, dan mempertahankan lingkungan sekolah dan program pengajaran yang kondusif bagi proses belajar peserta didik dan pertumbuhan profesional para guru dan staf.
3.      Menjamin bahwa manajemen organisasi dan pengoperasian sumber daya sekolah digunakan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, motivatif, sehat, efisien, dan efektif.
4.      Bekerja sama dengan orang tua murid dan anggota masyarakat, menanggapi kepentingan dan kebutuhan komunitas yang beragam, dan memobilisasi sumber daya masyarakat.
5.      Memberi contoh (teladan) tindakan berintegritas
6.      Memahami, menanggapi, dan memengaruhi lingkungan politik, sosial, ekonomi, dan budaya yang lebih luas.
 Integritas adalah ketaatan pada nilai-nilai moral dan etika yang diyakini seseorang dan membentuk perilakunya sebagai manusia yang berharkat dan bermartabat. Dari kemampuan anda menaklukkan puncak gunung,tetapi diri anda sendiri. Setidaknya ada sejumlah ciri yang menggambarkan integritas kepala sekolah, yaitu :
1.      Dapat dipercaya
2.      Konsisten
3.      Komitmen
4.      Bertanggung jawab
5.      Secara emosional sangat terkendali
Dengan kata lain ia menyadari bahwa kemampuan kognitif seseorang diperkaya dengan emosi dan perlunya emosi dikelola secara kognitif.
 Ukuran kinerja itu disusun sedemikian rupa sehingga mencerminkan perilaku yang dapat diamati. Ukuran kinerja ini dapat dipakai untuk mengetahui kadar kompetensi kepala sekolah. Selain itu, untuk keperluan penyiapan atau pengembangan kepala sekolah, dalam setiap kompetensi dan ukuran kinerja masing-masing diperlihatkan jenis pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan.
Keyakinan/Pendirian Kepala Sekolah
Kepala sekolah harus memiliki sejumlah keyakinan atau pendirian untuk dapat berkinerja sebagaimana yang dituntut baginya.
Berikut adalah keyakinan/pendirian yang harus dimiliki kepala sekolah untuk dapat berkinerja sebagaimana yang diharapkan, yaitu:
·         Kepala sekolah yakin bahwa bekerja adalah ibadah.
·         Semua pengaruh yang dimilikinya digunakan semata-mata demi kepentingan peserta didik, bukan untuk kepentingan lain.
·         Semua orang dapat dididik dan semua peserta didik dapat belajar.
·         Kepala sekolah harus yakin bahwa anggota sekolahnya memerlukan standar, harapan, dan kinerja bermutu tinggi.
·         Kepala sekolah harus yakin tentang pentingnya pengikutsertaan seluruh anggota komunitas sekolah.
·         Kepala sekolah harus yakin bahwa belajar berlangsung sepanjang hayat (life-long learning)
·         Kepala sekolah yakin tentang perlunya pengembangan profesional sebagai bagian integral peningkatan sekolah.
·         Kepala sekolah harus yakin bahwa keragaman komunitas sekolah memperkaya sekolah.
·         Kepala sekolah berpendirian bahwa lingkungan belajar haruslah aman, sehat, dan suportif.
·         Kepala sekolah yakin bahwa sekolahnya beroperasi sebagai bagian integral dari masyarakat yang lebih besar.
·         Kepala sekolah yakin bahwa publik memerlukan informasi yang cukup tentang sekolah dan kemajuan atau bahkan masalah yang dihadapi.
Implikasi Kebijakan
Standar kompetensi dan kinerja yang dikemukakan di sini akan berimplikasi pada penetapan kebijakan baru tentang persiapan, seleksi, penempatan, dan pengembangan kepala sekolah. Dengan standar kompetensi seperti itu, seleksi kepala sekolah harus dilakukan secara transparan, akuntabel (bertanggung gugat), dan demokratis. Setiap orang, terutama guru, dapat menjadi kepala sekolah jika memenuhi persyaratan kompetensi yang ditetapkan. Perguruan tinggi perlu menyusun program studi manajemen pendidikan yang benar-benar dapat menyiapkan calon-calon kepala sekolah yang memiliki standar kompetensi sebagaimana yang diharapkan. Pusat Penilaian Depdiknas, misalnya, perlu menyusun alat (tes) yang dapat digunakan untuk menguji kompetensi calon kepala sekolah. Selain itu, kepala sekolah dipilih secara demokratis dari sekumpulan calon yang memiliki catatan perilaku berintegritas tinggi. Para pemilih adalah semua anggota atau pihak-pihak yang berkepentingan bagi kemajuan pendidikan di lingkungan sekolah yang bersangkutan. Cara pemilihan yang demokratis seperti ini harus dapat dipantau secara seksama untuk menghindari kemungkinan dicederai oleh praktik suap. Untuk pengembangan lebih lanjut, perguruan tinggi bekerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan dan pelatihan (Diklat) dapat melaksanakan program-program pengembangan yang disusun sesuai dengan kebutuhan unik bagi masing-masing kepala sekolah.

Sumber : Mahasiswa/i UNLAM Prodi PGSD 7C Angkatan 2009

0 komentar:

 
Copyright © Metamorfosa27 ·
·