Jumat, 21 Desember 2012

PEMANTAUAN EFEKTIVITAS SEKOLAH (Perencanaan Program Evaluasi dan Pengguanaan Hasil Evaluasi)


A.  PERENCANAAN PROGRAM EVALUASI
1.    Kesiapan Sekolah Melakukan Swa-Evaluasi
Iklim sekolah yang kondusif adalah prasyarat bagi keberhasilan pembelajaran. Ini adalah kondisi yang sama pentingnya untuk melakukan swa-evaluasi. Evaluasi ini mengkitaikan bahwa kepala sekolah dan staf memiliki sikap positif yang akan memungkinkan pelaksanaan proyek swa-evaluasi yang berhasil. Selain itu, kepala sekolah harus juga dapat melepaskan diri dari kungkungan perasaan puas diri yang menghambat kemajuan.
Agar efektif melaksanakan swa-evaluasi, kepala sekolah dan staf harus bekerja sama sebagai sebuah tim. Jika staf dikonsultasikan dalam semua aspek sekolah, mereka kemungkinan besar akan merasa terikat dan mau melakukan tugas yang diberikan kepala sekolah. Jadi, upaya menciptakan iklim yang kondusif merupakan langkah yang perlu dilakukan untuk mengenalkan skema swa-evaluasi sistematis ke dalam sekolah.
Berikut ini adalah beberapa kondisi yang perlu kita bangun.
·      Komitmen pimpinan sekolah yang diungkapkan dengan pernyataan yang jelas tentang pentingnya swa-evaluasi sebagai bagian dari kebijakan sekolah.
·      Gaya kepemimpinan berdasarkan keterbukaan dan kepercayaan.
·      Iklim pembelajaran yang membangun kerja sama, inovasi, pengungkapan gagasan, dan opini yang terbentuk melalui argumen rasional.
·      Budaya sekolah yang memungkinkan berlangsungnya praktik kegiatan yang baik; akses terhadap informasi tentang pemikiran dan pengembangan pendidikan mutakhir; serta pendayagunaan keahlian yang tersedia dalam otoritas lokal, lembaga pendidikan tinggi, dan berbagai lembaga lainnya.
·      Sistem dukungan yang responsif terhadap kebutuhan sekolah yang menumbuhkembangkan kompetensi yang diperlukan dalam mengembangkan strategi swa-evaluasi.
·      Pengetahuan tentang perbedaan antara prosedur swa-evaluasi dan prosedur evaluasi eksternal.
·      Pertimbangan tentang implikasi sumber daya yang diperlukan untuk mengadakan swa-evaluasi.
·      Kesadaran akan implikasi waktu atas kegiatan swa-evaluasi.
·      Adanya harapan bahwa kebutuhan yang diidentifikasi akan terpenuhi.

2.    Perencanaan Program Evaluasi
a.    Identifikasi isu
b.    Menyusun pertanyaan
c.    Menetapkan periode waktu
d.   Menyesuaikan sumber daya dengan program

3.    Melaksanakan Evaluasi
Berikut adalah langkah-langkah kita untuk melaksanakan sebuah evaluasi, yaitu :
Ø    Mengumpulkan Informasi
Ø    Menabulasi Informasi
Ø    Menafsirkan data

4.    Menulis Laporan
Kita akan perlu mempertimbangkan secara seksama bentuk laporan kita dan caranya disebarluaskan. Tujuan evaluasi dan target audiens harus diiingat pada saat menyusun laporan akhir. Laporan ini haruslah singkat, kemungkinan hanya dua sampai tiga halaman, dan langsung ke intinya.
Laporan yang baik perlu mencakup yang berikut ini.
·      Masalah yang dikaji.
·      Uraian singkat metode yang digunakan untuk menghimpun dan mengolah informasi.
·      Identifikasi sumber masalah dan cara-cara pemecahannya.
·      Rekomendasi cara pemecahan masalah yang dipilih dan apa saja yang perlu dilakukan untuk melaksanakannya.



B.  PENGGUNAAN HASIL EVALUASI
1.    Pentingnya Temuan Evaluasi
Banyak masalah yang melanda proses pendidikan di sekolah kita dewasa ini, seperti putus sekolah dan prestasi belajar yang rendah, yang semuanya menunjukkan perlunya memperbaiki sistem dan program pendidikan kita. Namun, sebelum dapat melakukan itu, kita memerlukan data yang obyektif dan dapat diandalkan tentang status kita sekarang. Melalui pemantauan, evaluasi, dan pelaporan reguler kita akan mengetahui lebih baik tentang posisi kita sekarang. Dengan demikian, selanjutnya kita dapat memutuskan apa saja perubahan yang diperlukan untuk melakukan perbaikan.
Sebagaimana telah kita ketahui, pemantauan adalah pengumpulan informasi reguler tentang kegiatan di sekolah untuk menentukan tingkat kinerja sekolah. Laporan pemantauan itu seyogianya menghasilkan informasi tentang kemajuan sekolah, yang selanjutnya menjadi dasar untuk menilai dampak masukan ke dalam sistem yang ditelaah. Pemantauan tidak hanya dapat dilakukan kepala sekolah dan pengawas, tetapi juga oleh pejabat pemerintah daerah, dan pejabat dari pusat (Kementerian Pendidikan Nasional) melalui petugasnya di daerah.
Beberapa alasan mengapa laporan kegiatan pemantauan atau evaluasi tidak selamanya tersedia termasuk yang berikut ini.
o  Kurangnya perlengkapan untuk menindak lanjuti laporan temuan.
o  Tidak memadainya mekanisme untuk menyebarkan temuan.
o  Perlunya kerahasiaan jika temuan itu sangat penting.
o  Kelangkaan dan ketidakandalan data yang membuat laporan evaluasi tidak berharga.
o  Adanya pandangan bahwa 'pengetahuan adalah kekuasaan', sehingga lebih sedikit yang mengetahui akan lebih baik.
Langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki situasinya mencakup yang berikut.
o   Menulis laporan yang dapat dibaca (laporan yang ringkas, langsung ke persoalan, dan menggunakan bahasa yang tidak berbelit-belit).
o   Meningkatkan sarana produksi dan reproduksi laporan.
o   Menyadari bahwa pengetahuan tidak akan banyak gunanya jika tidak disebarkan.
o   Memastikan ketepatan dan keandalan laporan, melalui penetapan standar yang tinggi.

2.    Laporan Evaluasi
Untuk mengetahui cara meningkatkan penyebaran dan penggunaan temuan evaluasi, akan ada gunanya mengingat kembali langkah-langkah yang akan mengarah pada perencanaan dan pelaksanaan proyek evaluasi, serta persiapan laporan.
Informasi yang dikumpulkan seyogianya dipandang relevan dengan tujuan evaluasi. Kredibilitas proses evaluasi dan temuannya dapat ditetapkan dalam kaitannya dengan hal-hal berikut.
·      Telah melalui pemeriksaan yang seksama oleh pihak-pihak yang berkepentingan dengan kualitas sekolah.
·      Perlu dipandang kredibel di sekolah, misalnya dalam kaitannya dengan hal-hal yang dievaluasi.
·      Akhirnya, harus memuaskan pihak berkepentingan bahwa setiap kesimpulan yang dibuat diperoleh dari informasi yang berkualitas baik serta sahih dan andal.
Temuan evaluasi yang dilakukan pihak luar, seperti pengawas atau peneliti, dapat membantu membenarkan penggunaan dana yang besar bagi pendidikan setiap tahunnya, termasuk untuk memperjelas kemajuan inovasi besar dan penting yang dilakukan seperti penerapan kurikulum baru. Hal ini menunjukkan betapa penting artinya bagi kepala sekolah untuk dapat menganalisis temuan evaluasi dan mengambil keputusan yang diperlukan.

3.    Hubungan Antara Evaluasi Dan Manajemen Sekolah Yang Efektif
Kita dapat menggambarkan hubungan antara evaluasi dan penggunaan data atau temuan evaluasi bagi manajemen sekolah yang  efektif dengan mempertimbangkan sejumlah contoh berikut :

a.    Jumlah Peserta didik
Di sekolah-sekolah swasta, peserta didik yang terdaftar di sekolah sering berfluktuasi. Di sekolah-sekolah negeri tampaknya tidak demikian. Kita jarang mendengar ada sekolah negeri yang mengalami pengurangan jumlah peserta didik, kecuali sekolah-sekolah di daerah tertentu, seperti daerah konflik. Secara menyeluruh terjadi peningkatan jumlah peserta didik yang terdaftar di sekolah setiap tahun, utamanya di kota-kota besar.
Sekalipun banyak faktor yang mungkin berkontribusi bagi naik turunnya jumlah peserta didik di sekolah-sekolah swasta, kepala sekolah sering mengalami kesulitan menjelaskan gejala itu. Kesulitan itu dapat diatasi dengan mengadakan evaluasi sekolah. Evaluasi seperti itu memungkinkan teridentifikasinya faktor-faktor seperti prestasi peserta didik dalam UN, jarak sekolah ke tempat tinggal, faktor keamanan dan keselamatan peserta didik, ketersediaan kendaraan angkutan, perpindahan orang tua peserta didik, dan sebagainya. Ada juga faktor putus sekolah atau sebaliknya, utamanya di daerah perkotaan yang mengakibatkan tidak dapat diperkirakannya pergerakan naik turun jumlah peserta didik.

b.   Efektivitas Kepemimpinan
Evaluasi dapat digunakan untuk menilai efektivitas kepemimpinan di sekolah. Pertama-tama, Kita perlu memahami pengertian efektivitas kepemimpinan dan kadar sejauh mana ia ditentukan oleh karakteristik  pribadi atasan, karakteristik pribadi bawahan, dan hakikat situasi.

c.    Kinerja Staf
Kepala sekolah kemungkinan besar akan terlibat dalam menilai kinerja staf dan menggunakan temuan evaluasi sebagai masukan untuk memperbaiki efektivitas sekolah.

Sumber : Mahasiswa/i UNLAM BANJARMASIN Prodi PGSD 7C Angkatan 2009

1 komentar:

Yuli Andriansyah mengatakan...

Terima kasih banyak untuk postingan ini. Salam Yuli Andriansyah, Prodi Ekonomi Islam, FIAI, UII

 
Copyright © Metamorfosa27 ·
·